Selasa, 13 November 2012

Pendidikan Bangsa Indonesia

kurikurum pendidikan di indonesia setiap tahun berubaah, sayang perubahan kurikurum bukan menjadkan hasil lebih baik tapi membuat guru, siswa dan wali murid kebingungan karena mereka kurang siap untuk menghadapi perubahan yang terlalu cepat. perubahan kurikum sering kali memakan korban jiwa, masih ingat awal awal penerapan ujian nasional sebagai penentu kelulusan bagi siswa, berapa siswa yang telah bunuh diri, berapa siswa yang putus sekolah dan berapa siswa yang masuk rumah sakit jiwa karena mereka di nyatakan tidak lulus. tapi sekarang apa udah ganti lagi kelulusan siswa di tentukan ujian sekolah dan ujian nasional kan.
menurut saya, kurikum yang dapat memajukan pendidikan indonesia adalah kurikurum yang sesuia dengan kebutuhan dunia kerja baik swasta dan negeri, sehingga dapat mengtasi permasalahan masalah yang terjadi dalam dunia nyata dan dunia kerja.
ya dari pendapat di atas kita dapat mengambil kesimpulan untuk memperbaik pendidikan kita harus melihat kekurangan sumber daya manusia bukan meniru bangsa lain yang lebih maju pendidikan nya
dan harus di musyawarahkan dengan berkaitan .
kalian udah tau berita tetang dinas pendidikan akan merubah lagi bahkan perubahan kurikum berlaku juga untuk peguruan tinggi. sistem tes masuk di peguruan tinggi akan di ganti dengan sistem nem (hasil ujian sma) .
menurut saya itu kurang tepat  karena pendidikan di indonesia bukan hanya pendidikan formal saja tapi juga non formal sehingga keputusan tersebut hanya berpihak di salah satu nya saja kan 
dari pendidikan formal pun ada berapa jenis yaitu sma, smk, man dlll sehingga soal ujian nasonal yang berbeda beda keputusan itu hanya berpihak salah satu sajakan .
belum lagi calon mahasiswa yang sekolah di luar negeri.
sekarang ini kurikum terlalu memaksa siswa untuk mendapatkan nilai terbaik, sekolah tertentu bahkan memiliki standar nilai kenikan kelas yang tinggi tapi tidak di imbangi dengan guru guru yang memadai. sehingga wali siswa pun tidak mempercayakan pendidikan anak oleh guru mereka lebih percaya pada lembaga bimbingan yang ada.  
itu menandakan pendidikan indonesia hanya di lihat dari nilia saja. 
padahal bangsa ini butuh suber daya manusia yang buakan hanya pintar tapi juga bermoral . 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar